Google didemo Oleh 20 Ribu Karyawannya Soal Pelecehan Seksual
Terdapat lebih dari 20 ribu karyawan dan pekerja kontrak Google mengadakan "walkout" bersama sebagai aksi protes atas kasus kekerasan seksual, kasus seksisme dan kasus rasis terhadap para petinggi di perusahaannya. Berdasarkan data dari laman Medium, per tanggal 30 September 2018 Google memiliki 94.372 pekerja penuh dan paruh waktu di seluruh dunia. Artinya, aksi demo tersebut diikuti lebih dari 20 persennya.
Dilansir dari The Verge, Minggu (4/11) aksi tersebut dipicu oleh beredarnya kabar mengenai tuduhan kasus seksual yang menimpa Co-founder Android, Andy Rubin. Setelah ia mengundurkan diri, ternyata Google membayar kompensasi kepada Rubin sebesari 90 juta dolar AS (Rp1,3 triliun).
Aksi yang dilakukan pada 1 November 2018 itu diberi nama "Google Walkout For Real Change".
"Kami selalu menjadi perusahaan pelopor, jadi jika kami tidak memimpin atas masalah ini maka tidak ada lagi orang yang akan melakukannya," ungkap seseorang panitia.
Dalam aksi tersebut terdapat beberapa poin tuntutan yang diungkapkan saat demo berlangsung. Diantaranya mengakhiri kasus pelecehan dan diskriminasi, transparansi laporan kasus pelecehan seksual yang dipublikasikan, transparansi tentang bayaran kompensansi, dan menuntut atas komitmen dari sang Chief Diversity Officer untuk menjawab langsung kepada CEO dan membuat rekomendasi langsung kepada Dewan Direksi.
"Google terkenal karena budayanya, tetapi dalam kenyataannya, kami bahkan tidak memenuhi dasar-dasar penghormatan, keadilan, dan keadilan kepada setiap orang di sini," kata penyelenggara aksi, Claire Stapleton.
Dikabarkan, CEO Google Sundar Pichai akan bertemu dengan para peserta demonstran pada Senin depan.Dalam keterangan tertulis, ia menyatakan karyawan mengemukakan ide yang konstruktif dan perusahaan pun mengambil semua masukan mereka agar bisa diubah menjadi aksi nyata.
Sumber : Akurat.co

Comments
Post a Comment